Tanak Kaken, 24 Agustus 2026 — Pemerintah Desa Tanak Kaken, Kecamatan Sakra Barat, menggelar Musyawarah Perkembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) pada Senin, 24 Agustus 2026, bertempat di Kantor Desa Tanak Kaken.
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya bersama untuk mengevaluasi perkembangan BUMDes sekaligus membahas berbagai langkah dan solusi agar usaha BUMDes dapat terus berjalan dan berkembang secara berkelanjutan.
Musyawarah tersebut dihadiri oleh Pj. Kepala Desa Tanak Kaken beserta jajaran perangkat desa, Ketua BPD Desa Tanak Kaken beserta anggota, perwakilan Karang Taruna, serta pengurus BUMDes.
Salah satu pembahasan utama dalam musyawarah adalah keberlanjutan unit usaha ayam ras petelur yang selama ini menjadi salah satu usaha BUMDes Tanak Kaken. Usaha tersebut diharapkan dapat terus dipertahankan dan dikembangkan sehingga mampu memberikan manfaat bagi perekonomian desa.
Dalam forum tersebut, peserta musyawarah bersama-sama membahas kondisi dan perkembangan usaha ayam ras petelur, termasuk berbagai kendala yang dihadapi dalam pengelolaannya. Pembahasan juga diarahkan pada upaya mencari solusi yang realistis agar kegiatan usaha tetap dapat berjalan dengan baik.
Beberapa aspek yang menjadi perhatian antara lain pengelolaan operasional, kebutuhan pakan dan perawatan ayam, produktivitas telur, pemasaran hasil produksi, pengelolaan keuangan, serta strategi untuk menjaga keberlangsungan modal usaha.
Melalui musyawarah ini, Pemerintah Desa bersama BPD, Karang Taruna dan pengurus BUMDes berupaya membangun komunikasi serta komitmen bersama dalam memperbaiki pengelolaan usaha. Setiap masukan yang disampaikan menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan langkah selanjutnya.
Keberadaan BUMDes diharapkan tidak hanya menjadi wadah pengelolaan usaha milik desa, tetapi juga mampu menjadi salah satu penggerak perekonomian masyarakat. Karena itu, keberlanjutan unit usaha ayam ras petelur menjadi perhatian bersama agar usaha yang telah dirintis dapat memberikan hasil yang optimal.
Pj. Kepala Desa Tanak Kaken bersama seluruh unsur yang hadir juga mendorong agar pengelolaan BUMDes dilakukan secara lebih terarah, transparan dan profesional, dengan mengutamakan evaluasi serta perencanaan usaha yang matang.
Musyawarah tersebut diharapkan menghasilkan langkah-langkah konkret dalam menghadapi berbagai kendala yang ada, sehingga usaha ayam ras petelur BUMDes Tanak Kaken dapat terus berjalan, berkembang, dan ke depannya mampu memberikan kontribusi bagi pendapatan desa serta manfaat bagi masyarakat.
Dengan adanya sinergi antara Pemerintah Desa, BPD, Karang Taruna dan pengurus BUMDes, diharapkan pengelolaan BUMDes Tanak Kaken semakin kuat dan mampu menjadi salah satu sumber penggerak ekonomi desa secara berkelanjutan.